The Entertainment Files

Featuring Movies, Music, Sports, Television, and Lifestyle Articles

Gairah Norah Jones

tinggalkan komentar »

SIAPAPUN yang berhasrat, bersiaplah untuk menyelami Norah Jones dalam-dalam. Kebetulan ia sudah berjanji untuk memuaskan seluruh penikmatnya. Norah hendak menawarkan keintiman, keakraban, dibumbui suasana canda dan suka-cita.

Sensasi itu, kata Norah, bisa dinikmati pada album ketiganya yang bertajuk Not Too Late, sekaligus menjadi salah satu lagu andalannya. Lagu lainnya adalah: Wish I Could, Sinkin’ Soon, The Sun Doesn’t Like You, Until the End, Not My Friend, Thinkin’ About You, Broken, My Dear Country, Wake Me Up, Be My Somebody, Little Room, dan Rosie’s Lullaby.

Not Too Late adalah cermin nyaris utuh ihwal diva sederhana yang mengaku tak rupawan ini. Sebab, Norah terlibat langsung dalam menulis ketigabelas lirik-lirik tersebut. “Album ini lebih banyak merefleksikan kepribadian saya dibanding album sebelumnya,” kata penyanyi berusia 27 tahun ini.

Norah Jones mulai dikenal sejak meluncurkan album perdananya yang berjudul Come Away With Me (2002). Di Amerika Serikat saja album ini terjual delapan juta kopi, sedangkan di Indonesia laku sekitar 90 ribu kopi. Pada tahun 2003, Come Away With Me juga memborong delapan penghargaan Grammy.

Ketika itu Come Away With Me didapuk sebagai Album of The Year, dan Record of The Year. Norah sendiri didaulat menjadi Best New Artist, Best Female Pop Vocal Performance, dan Best Pop Vocal Album. Sebagai tambahan, lagu Don’t Know Why dinobatkan sebagai Song of The Year, produsernya menjadi Best Producer dan albumnya menyabet gelar Best Engineered Album.

Selanjutnya, album kedua yang bertitel Feels Like Home dirilis pada tahun 2004. Selama beberapa pekan sejak peluncurannya, album ini selalu merajai tangga lagu The Billboard 200. Menurut data Nielsen SoundScan, di Amerika Serikat saja Feels Like Home terjual lebih dari empat juta kopi.

Kiprah Norah lantas menjadi buah bibir. Putri komponis dan seniman sitar kondang, Ravi Shangkar, ini kian diburu pencari berita. Wajahnya dipajang di banyak media. Norah dianggap sebagai fenomena baru: penyanyi muda bersuara emas. Ia berbeda dibanding penyanyi lain yang sebaya.

Ihwal popularitas ini, Norah agaknya sedikit risih. “Saya ini, kan, cuma penyanyi. Bukan siapa-siapa,” katanya merendah, satu ketika. Maka, penyanyi yang bernaung di bawah label Blue Note — anak perusahaan rekaman EMI— ini sebenarnya agak jengah tatkala mendapati dirinya jadi pemberitaan media. Norah hanya ingin menjalani kehidupannya seperti biasa. Apa adanya. Ia memang lain dari pada yang lain, khususnya dibanding dengan beberapa penyanyi generasi MTV yang kerap tampil dengan busana tak lengkap.

Seperti pernah ditulis majalah Time, Norah memang tak suka mengumbar sensualitas ragawi. Ia juga tak mengejar-ngejar publikasi. Penyanyi kelahiran New York City ini hanya mengandalkan suaranya yang hangat, sensual dan menggairahkan. Tapi, justru di situlah salah satu kekuatan sekaligus kelebihannya.

KEKUATAN lainnya, ia mampu menggetarkan gendang telinga anak muda melalui ramuan musik bernuansa jazz, country, blues, dan juga folk. Norah banyak mendapat pengaruh musik jazz mulai dari Billie Holiday sampai Cassandra Wilson. Sedangkan pengaruh musik country di antaranya berasal dari Hank Williams.

Sekilas, musik Norah Jones memang lebih kental warna jazznya. Namun, racikannya tidaklah seberat macam album jazz Thelonious Monk, John Coltrane, atau Ornette Coleman yang juga diproduksi oleh Blue Note. Jazz versi Norah lebih menyenangkan dan mudah dinikmati.

Semula ia juga ragu, apakah pihak Blue Note akan menerima konsep musiknya tersebut. Tetapi, rupanya resep itu sangat mujarab. Norah terbukti telah menjadi ikon musisi jazz di kalangan anak muda, khususnya. Salah satu indikatornya, kedua album terdahulunya sangat laris di pasaran.

Bagaimana dengan Not Too Late? Masih perlu diuji, memang. Cuma, melihat rekam jejaknya, tak berlebihanlah kiranya jika album ini pun boleh jadi akan disambut hangat oleh para penggemarnya. Sebab Norah akan tetap mempertahankan karakteristiknya. Ia akan tetap bernyanyi dari dalam jiwanya.

Yang membedakannya dengan Come Away With Me pun Feels Like Home adalah Not Too Late lebih terasa akrab dan intim. “Lagu-lagunya juga lebih enak didendangkan,” kata Norah yang bermain dalam film My Blueberry Nights bersama Jude Law, Natalie Portman dan Rachel Weisz.

Selain itu, ia juga memasukkan beberapa unsur lain sebagai pemanis. Misalnya, aransemen sejumlah lagu dalam album ini dipercantik dengan bebunyian terompet. “Memang ada beberapa elemen lain yang kami tambahkan,” kata Norah. “Di album sebelumnya hal itu tidak kami sertakan.”

Ia berharap kreativitas-kreativitas baru itu kian memberi nilai tambah bagi Not Too Late. Apalagi, Norah sendiri terlibat langsung dalam penulisan seluruh lagunya. Jadi, tepatlah pernyataannya, bahwa album ini laksana cermin dirinya. Album ini adalah gambaran dari sisi-sisi kepribadiannya.

Maka, barangsiapa berhasrat menyelami Norah Jones dalam-dalam, bersegeralah mengakrabi Not Too Late. Dan, nikmatilah tarikan-tarikan suaranya yang sensual nan menggairahkan. (View, Januari 2007).

Written by theone

Januari 18, 2007 pada 04:34

Ditulis dalam Musik, Profil

Ditandai dengan , , , ,

Tinggalkan Balasan