Tergoda Anak Tetangga
MAKSUD hati punya momongan, apa daya terganjal aturan. Tapi, siapa suruh mengangkat anak dari seberang? Tak menarikkah bocah-bocah asal negeri sendiri?
Peristiwa itu dialami sendiri oleh Madonna, ketika gagal mengadopsi gadis tiga tahun asal Malawi bernama Mercy. Peraturan menyebutkan, barangsiapa hendak mengangkat anak dari salah satu negara di Afrika itu, yang bersangkutan harus pernah tinggal di Malawi minimal 18 bulan.
Untuk sementara waktu, tertundalah keinginan pemilik album Material Girl itu. Ia harus mengikhlaskan usahanya berbilang bulan dan merelakan biaya berbilang dollar. Madonna belum bisa menambah daftar anggota keluarganya. Tapi, dikabarkan, ia akan terus berusaha mewujudkan rencananya.
Jika berkenan mengubah selera, niat Madonna sebenarnya lebih gampang direalisasikan. Misalnnya, ikuti saja keputusan dan cara-cara yang ditempuh oleh Sheryl Crow, Tom Cruise, Nicole Kidman, Rosie O’Donnell juga Calista Flockhart. Para pesohor itu tak perlu jauh-jauh menuju negeri orang, mereka cukup mengadopsi bocah Amerika sendiri.
Cuma, Madonna tampaknya sehaluan dengan Angelina Jolie, Mia Farrow, Julie Andrews dan Meg Ryan. Para selebriti ini lebih kepincut pada bayi-bayi asing, alih-alih pada anak-anak negeri sendiri. Merekalah yang ikut menyumbang pada pertumbuhan jumlah adopsi internasional yang meningkat tiga kali sejak tahun 1992.
Fakta statistik itu boleh dibilang sangat ironis, sebab bertolak belakang dengan prinsip permintaan dan penawaran. Seperti dilansir Dave Thomas Foundation, saat ini sedikitnya tercatat 129 ribu anak-anak Amerika yang menunggu diadopsi. Tahun lalu, 79 ribu anak-anak sudah disetujui diadopsi, tapi cuma 51 orang yang mulus prosesnya. Sisanya, belum jelas rimbanya.
“Para calon orangtua yang mencari anak angkat ke luar negeri itu berpikir, ribuan anak-anak calon adopsi di dalam negeri kondisinya tidak memuaskan,” kata Rita Soronen. Belum lagi soal biaya yang dianggap lebih mahal, serta waktu yang bertele-tele. “Saya kira, ini salah pengertian saja,” ujar Direktur Eksekutif Dave Thomas Foundation itu.
Berdasarkan catatan majalah Adoptive Families, perkiraan biaya untuk mengadopsi anak-anak asal China berkisar antara 20 sampai 25 ribu dollar. Sementara anak-anak asal Guatemala sekitar 25 hingga 30 ribu dollar. Mengadopsi anak-anak Rusia biayanya antara 30 sampai 40 ribu dollar.
Bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mengadopsi anak-anak Amerika. Seperti disebutkan oleh Lembaga Adopsi Nasional (NCA), biayanya sekitar delapan sampai 40 ribu dollar. Harga rata-ratanya bisa 15 sampai 25 ribu dollar. Jadi, jauh lebih murah.
Selain itu prosesnya pun tak kalah cepat. Menurut data American Adoptions, adopsi anak dari luar negeri butuh waktu 10 sampai 12 bulan, sedangkan mengangkat anak dari dalam negeri perlu tempo satu hingga 28 bulan. Sesuai peraturan yang baru, proses adopsi anak-anak asal China dan Guatemala bahkan bisa jauh lebih lama.
Bagaimana dengan bibit, bebet, dan bobotnya? “Ada anggapan kebanyakan anak-anak yang boleh diadopsi di Amerika berlatar belakang keluarga tidak baik. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Kondisi mereka sama seperti anak-anak pada umumnya,” kata Soronen.
Masih banyak faktor lain yang menyebabkan munculnya keengganan calon orangtua potensial Amerika mengangkat anak dari negeri sendiri. Salah satunya adalah kekhawatiran munculnya gugatan balik dari orangtua biologis di kemudian hari.
“Kekhawatiran itu, saya kira, bisa dipahami,” kata Linda Alexandre, pekerja sosial di sebuah lembaga adopsi anak-anak domestik. “Tapi, hal itu sebenarnya tidak akan terjadi jika proses adopsinya dilakukan melalui agen profesional.”
Lagipula mengadopsi anak dari negeri tetangga pun, belum tentu bebas dari campur tangan orangtua kandung bocah-bocah bersangkutan. Madonna sendiri pernah mengalaminya, ketika ia mengangkat David Banda asal Malawi sebagai anak angkatnya. Ketika itu, ayah David sempat protes meski akhirnya gagal.
Jadi, mengapa mesti mengadopsi anak tetangga jika di negeri sendiri sangat banyak bocah-bocah yang butuh pertolongan. Agaknya cuma Madonna dan rekan-rekannya yang punya jawaban jujur.
Foto: http://mgwriters.wordpress.com